Yogyakarta, 16 Juni 2026 – Kabar baik bagi para dosen dan peneliti di lingkungan STIT Madani Yogyakarta. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali membuka program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi 2026, sebuah skema pendanaan riset nasional yang didukung oleh Dana Abadi Penelitian.
Program ini disosialisasikan secara daring pada 7 Mei 2026 dan ditujukan untuk memperluas akses pendanaan penelitian bagi perguruan tinggi, lembaga riset, dan para peneliti di seluruh Indonesia. RIIM Kompetisi menjadi salah satu program unggulan BRIN yang sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2022 telah mendanai lebih dari 2.000 proyek penelitian.
Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Agus Haryono, menjelaskan bahwa RIIM Kompetisi merupakan skema pendanaan penelitian multiyears yang dapat berlangsung hingga tiga tahun. Menurutnya, program ini memberikan kesempatan luas bagi para peneliti untuk mengembangkan ide-ide riset yang inovatif dan berdampak bagi masyarakat.
Pada tahun 2026, pembukaan proposal RIIM Kompetisi dilakukan dalam dua gelombang (batch). Batch pertama telah memasuki tahap evaluasi, sedangkan batch kedua dijadwalkan dibuka pada bulan Juli 2026. Selain pendanaan riset, BRIN juga menyediakan fasilitasi pengujian dan pengembangan produk inovasi untuk mendukung hilirisasi hasil penelitian.
Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Ayom Widipaminto, menyampaikan bahwa dana abadi penelitian yang dikelola LPDP saat ini mencapai Rp13,99 triliun dari total dana abadi pendidikan sebesar Rp180,1 triliun. Dana tersebut terus dioptimalkan untuk memperkuat ekosistem riset nasional dan meningkatkan partisipasi peneliti Indonesia dalam menghasilkan inovasi yang berdampak.
Sementara itu, Direktorat Pendanaan Riset dan Inovasi BRIN menjelaskan bahwa RIIM Kompetisi tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah, tetapi juga mendorong lahirnya invensi, inovasi, kekayaan intelektual, evidence-based policy, serta pengembangan teknologi yang siap dimanfaatkan oleh industri maupun masyarakat.

Terdapat beberapa pembaruan dalam Pedoman RIIM Kompetisi 2026. Ketua pengusul diwajibkan minimal berpendidikan magister (S2) dan sedang menempuh program doktoral (S3). Selain itu, seorang periset diperbolehkan terlibat dalam maksimal tiga proposal dalam satu periode pendanaan.
Adapun luaran wajib program RIIM Kompetisi meliputi publikasi pada jurnal internasional bereputasi minimal terindeks Scopus Q3 atau luaran kekayaan intelektual seperti paten dan perlindungan varietas tanaman. Skema pendanaan diberikan secara multiyears berbasis periode 12 bulan dan dapat berlanjut hingga tiga tahun berdasarkan hasil evaluasi kinerja tahunan.
Seluruh proses pengajuan proposal dilakukan secara digital melalui platform RISNOV BRIN, mulai dari pengusulan proposal, evaluasi, hingga pengumuman hasil seleksi.
LPPM STIT Madani Yogyakarta mendorong seluruh dosen yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan peluang pendanaan RIIM Kompetisi 2026 sebagai sarana meningkatkan kualitas penelitian, memperluas kolaborasi akademik, serta menghasilkan publikasi dan inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
Untuk informasi lebih lanjut, dosen dapat mengakses laman resmi pendanaan riset BRIN melalui https://pendanaan-risnov.brin.go.id/ atau menghubungi LPPM STIT Madani Yogyakarta.
Sumber: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), 8 Mei 2026.

